Teruntuk kamu yang berkegiatan hari ini, terulang-ulang dari minggu yang lalu, apapun itu. Rutinitas yang dikendalikan pandemi, mengantarkan kamu ke perputaran yang tidak berhenti; merasa berhasil mengalahkan waktu di hari itu. Selamat, kamu memasuki fase--yang orang-orang suka menyebutnya dengan kalimat--a new normal.
Dikutip dari 'Medium: alur waktu dari suatu kebiasaan' yang membahas tentang studi ilmiah dari kebiasaan, biasanya terbentuk dalam waktu 2 bulan--66 hari lebih tepatnya--dan 256 hari secara penuhnya.
Salah satu jebakan dari kondisi sekarang yaitu bisa terjadinya rutinitas yang mematikan semua hal. Kreatifitas dan produktifitas adalah salah satunya. Semua orang memiliki pilihan atas apa yang dilakukannya setiap hari. Termasuk untuk mematikan hal-hal tersebut.
Menurut berbagai berita, WFH dimulai pada waktu awal bulan maret seiring dengan seruan pemerintah-pemerintah setempat. Dari waktu tersebut, sampai sekarang akhir bulan april terhitung sudah hampir 2 bulan. Dan mengikuti data di atas, waktu-waktu sekarang adalah waktu yang rentan akan terbentuknya kebiasaan baru tersebut.
Ribuan aktifitas bisa dijelajahi dalam kesadaran penuh. Ribuan rencana bisa direalisasikan dengan tetap tidak menyalahi aturan. Dan ribuan hal baik bisa dilakukan dengan penuh keridhoan. Tinggal bagaimana cara kita untuk mengkompromikan hal itu dengan diri kita sendiri.
Membaca buku yang sudah lama tersimpan, menonton list film yang tertunda, memasak masakan dengan sepenuh hati, mungkin bisa menjadi salah satu opsi. Dan hal-hal dengan berwangikan agama juga bisa menjadi pilihan.
Apapun yang berhubungan dengan kegiatan positif, bisa jadi alat bantu untuk membunuh waktu di saat kebingungan ini masih berlangsung.
Berhati-hati dalam membuat pilihan tidak akan membuat kita berada pada ujung jurang juga. Awasi hari, awasi diri. Pilihanmu membawamu ke arah a new normal yang tidak tau kapan akan berlalu.




