Senin, 20 April 2020

Menghangatkan gara-gara Narkoba di We're The Millers


Menghangatkan gara-gara Narkoba di We're The Millers

Pengharapan citra film keluarga tiada lain bakal merujuk pada persoalan-persoalan keluarga yang klise. Bisa jadi mengenai harta warisan, anak-anak dengan kekuatan paranormal, perceraian orang tua, ataupun tentang anak yg ditinggal liburan. Citra tersebut tidak saya temukan di film komedi keluaran tahun 2013 ini. Film tentang keluarga tapi bukan untuk keluarga, film kejahatan tapi isinya bukan cerminan para penjahat. 

Ada salah satu aspek yang terbalut dari We're the Millers sehingga menyebabkan film ini tidak menyuguhkan drama perkeluargaan semata. Aspek tersebut merupakan aspek yg kotor dan sangat tidak patut untuk dimasukan pada kehidupan perkeluargaan nyata. 

Bercerita mengenai seorang pengedar narkoba kelas bawah yang dipaksa oleh bosnya untuk menyelundupkan ganja dari Meksiko menuju USA, sebagai ganti dari hutang yang dipunyainya. Tidak tanggung-tanggung, kesepakatannya berisi mengenai 2 ton ganja. Cara yang dipakai David untuk menjalankan rencananya cukup sederhana nan cerdik, yaitu dengan memakai topeng keluarga sebagai jalan untuk melewati perbatasan. David merekrut bocah laki-laki 18 tahun tetangga apartmentnya, seorang wanita 21 tahun tunawisma pencuri koin wartel, dan juga seorang tetangga wanita paruh baya penari strip club. Mereka berakhir menjadi sebuah keluarga yang bernama The Millers. Dengan bersenjatakan RV, keluarga ini siap memulai "liburan musim panas"nya. 

Balutan kental komedi terasa konstan antara loncatan di setiap scienenya. Komedi dalam We're the Millers banyak terkandung dari blue dan dark commedy yang merujuk pada hal-hal jorok dan kelam pada gaya melucunya. Kata-kata kasar, cacian, dan ejekan sering kali keluar dari setiap dialog pemerannya, yang sangat jauh dari pengharapan film suatu keluarga. Dan mengejutkannya, saya sangat setuju tentang semua hal-hal itu. Alhasil meskipun rating imdb 7/10, rotten tomatoes 47%, saya sendiri memberinya rating 8,5/10. 

Meskipun bukan film keluarga pada umumnya, saya bisa merasakan banyak siratan-siratan nilai dari sebuah kehangatan keluarga. Seperti saling memperhatikan, saling mengkhawatirkan, dan saling melindungi antara satu sama lain. Sangat mengejutkan sih, pengaharapan yg gagal pada awal mengenal film ini, direalisasikan dengan baik pada beberapa adegan-adegannya.

Setelah beberapa drama penjahat dan konflik dari keluarga palsu ini, David berhasil mengantarkan ton-an dari ganja tersebut ke tangan bosnya. Dengan dilengkapi penyergapan dadakan dari polisi narkoba yang ditemui David dalam perjalanan penyelundupannya, sebagai keluarga yang benar-benar keluarga. 

Film We're the Millers berhasil mempermainkan pengharapan saya dengan cara yang baik. Tidak disangka-sangka juga bukan, disini saya bisa melihat kehangatan suatu "keluarga" dikarenakan narkoba? Mengejutkan. Atau mungkin memang benar membuat menghangatkan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar