Minggu, 12 April 2020

Prasangka dan Modern Love Eps. 6


Cerita akan percintaan tidak melulu soal tabrakan ditengah jalan, benci menjadi cinta, ataupun tentang pandangan pertama saja. Bisa jadi lebih luas dari pada si miskin dan si kaya, lebih rumit dari suatu perjodohan, dan mungkin lebih memusingkan dari pada kata terserah. Sudut pandang tentang cinta yang luas membuat kita sadar, bahwa menceritakan tentang suatu kisah dari hal tersebut tidak pernah ada kata "membosankan". 

Itulah yang saya dapatkan setelah menonton serial televisi yang dihadirkan oleh Amazon studios tersebut. Modern love mengisahkan banyak cermin tentang berbagai macam perjalanan “cinta” dari rasa dan keresahan orang – orang saat ini. Tentang kepercayaan dari sebuah kebetulan, lika – liku kehidupan yang dipandang sebelah mata, penghianatan dan kesempatan kedua, sampai arti dari sebuah sejatinya cinta tertera rapih dari lonjakan setiap episodenya.

Salah satu bagian dari laju episodenya modern love menyajikan satu keresahan pada muda – mudi dewasa ini yang cukup menyayat hati. Pada episode 6 film ini menceritakan tentang satu buah pikiran dari dua orang manusia yang saling salah mengartikan. Sebuah ide yang memang cukup sulit disampaikan dengan benar, jika tidak didampingi dengan jurus komunikasi yang apik. Apalagi kalo bukan tentang prasangka.

Prasangka adalah milik semua orang, milik saya, kamu, dan juga milik Peter. Sesuai atau tidak prasangka tersebut, tidak berpengaruh pada jalan pikiran Peter yang terus menerus mengikuti hasratnya untuk memiliki Maddy. Begitupun dengan Maddy, dia memiliki prasangkanya sendiri terhadap Peter. Dengan berlatar belakangkan anak yatim, pikiran Maddy melihat sosok yg pantas untuk dijadikan figure itu. Sayangnya prasangka kedua orang tersebut tidak bertemu dengan mulus, berakhir dengan menghasilkan rasa kecewa dan amarah yang amat dalam.

Alur cerita berjalan dengan konflik yang singkat dengan perbedaan kedewasaan yg sangat ketimpang jauh antara Peter dan Maddy. Salah satu klue sederhana prasangka Maddy terlihat dari judul episode yang diberikan yaitu, "So He Looked Like Dad. It Was Just Dinner, Right?". Untuk Peter prase tersebut bisa berubah menjadi “Maybe we could be more than this”. Kedua prase yang tidak saling bertemu bukan?

Prasangka memang selalu bersemayam di dalam pikiran kita. Terbuat dari ingatan, terkendali oleh pikiran, dan tersampaikan oleh perbuatan. Seringkali dua dari tiga hal itu tidak selaras dengan apa yang inginkan. Alhasil prasangka tersebut tidak sukses tersampaikan. Kasus Peter dan Maddy menjadi salah satu contoh yang cukup sederhana. Maddy berpikir dengan mendekati peter, dia bisa mendapat sesosok seorang ayah. Dan Peter pikir, pendekatan Maddy merupakan kesempatan bagus untuk memulai kehidupan barunya. Prasangka yang tidak bertemu, penyampaian yang kurang baik, tidak sesuai arahan pikiran, cuman membuat kekesalan bukan?

Pengendalian prasangka ini bisa jadi hal yang rumit untuk dilakukan. Dengan catatan jika tidak dilakukan dari awal. Tapi apakah kamu yakin mau melakukannya?


1 komentar:

  1. Best Casino Poker Sites in Ireland 2021 - Reviewed & Rated
    There e 스포츠 토토 are many casinos in Ireland. Some of them are licensed by the Curacao Gambling Commission and some 365 bet even offer casino 먹튀 사이트 먹튀 랭크 bonuses too. 토토 프로토 All of them 사다리 사이트 have

    BalasHapus